Asmara dan pancaroba - Iwan Fals
Awan hitam semakin legam
Hujan panas silih berganti
Gelombang panas menyengat bumi
Insan merintih tak berhenti
Rintih tangis di malam hari
Jerit pilu menyayat kalbu
Wajah sendu menanti pagi
Hujan badai berhenti
Kicau burung ramai bernyanyi
Tanda musim berganti
Kasihku kan datang berlari
Menjemput hatiku yang sepi
Kini ku bersama kembali
Seperti dahulu berseri
Asmaraku yang telah pergi
Kini bersemi lagi
Asmara dan Pancaroba dua hal yang berbeda, namun terkadang bisa menjadi hal yang sama di kala kita jatuh cinta kepada sosok yang spesial yang membuat seluruh tubuh bergetar tak beraturan dan yang selalu terbayang di setiap saat tak peduli keadaannya seperti apa, seperti halnya musim pancaroba yang tak menentu keadaanya hujan panas silih berganti seperti keadaan di hati.
Akankah musim bersemi atau berguguran yang ada dihati dan kau akan merasakan hancur yang luar biasa hingga tak bisa bangkit dan terpuruk?? ingat lah musim tak selamanya ada dan terus berganti dan terus menjalani pancaroba di hati hingga menemukan musim yang indah di akhirnya.
Yeah mungkin saya sedang mengalami kemarau yang berkepanjangan....
No comments:
Post a Comment